iklan baru

selamat berjelajah di blog kami..... trimakasih
selamat berjelajah di blog kami..... trimakasih
selamat berjelajah di blog kami..... trimakasih

Monday, 2 April 2012

Janda-janda & Putri Osama bin Laden Akan Dideportasi dari Pakistan

0 comments

Osama bin Laden (Daily Mail)
Islamabad, Tiga janda mendiang Osama bin Laden dan dua putrinya diadili karena masuk dan tinggal di wilayah Pakistan secara ilegal. Pengadilan Pakistan memerintahkan agar kelima wanita tersebut dideportasi ke negara asal masing-masing, sesegera mungkin.

Selain itu, pengadilan juga menjatuhkan vonis 45 hari penjara bagi mereka karena terbukti tinggal di wilayah Pakistan tanpa izin. Namun menurut pengacara mereka, Muhammad Aamir, kelima wanita tersebut telah ditahan sejak 3 Maret lalu, maka masa tahanan yang harus mereka jalani tinggal 14 hari saja.

Dikatakan Aamir, kelima wanita ini akan menjalani sisa masa tahanannya di sebuah villa di Islamabad. Baru kemudian, mereka akan dideportasi ke negara asal masing-masing.

"Kementerian Dalam Negeri (Pakistan) telah diperintahkan untuk mengatur proses deportasi mereka (janda dan anak Osama). Saya rasa semua prosesnya bisa selesai dalam waktu 2 minggu," tutur Aamir kepada wartawan, seperti dilansir oleh AFP, Senin (2/4/2012).

Sementara itu, secara terpisah Zakarya Ahmad Abd al-Fattah, kakak laki-laki dari istri termuda Osama, Amal, membenarkan vonis pengadilan yang dijatuhkan kepada adiknya. Dia menambahkan, kelima wanita tersebut juga dikenai hukuman denda sebesar 10 ribu rupee atau sekitar Rp 1 juta per orangnya. Denda ini merupakan biaya repatriasi.

"Pengadilan juga memerintahkan pemerintah (Pakistan) untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan bagi proses repatriasi mereka, jadi mereka bisa segera dipulangkan ke negara asal masing-masing sesegera mungkin," terang Fattah.

Perlu diketahui bahwa istri termuda Osama, Amal, berkebangsaan Yaman. Sedangkan dua janda Osama lainnya merupakan warga negara Arab Saudi.
read more

Harta Karun Indonesia Abad ke-10 Akhirnya Dijual di Singapurame

0 comments


Jakarta,  dari sebuah kapal yang tenggelam di perairan Indonesia 1.000 tahun silam akhirnya akan dijual. Ini terjadi 8 tahun setelah barang-barang dari abad ke-10 Masehi tersebut ditemukan.

Sekitar 250 ribu benda, termasuk keramik-keramik, kristal, permata dan emas itu ditemukan oleh para penyelam di Cirebon, Jawa Barat. Kini, sebagian dari harta karun tersebut akan dijual di Singapura. Dua tahun sebelumnya, harta karun tersebut gagal dilelang di Indonesia pada tahun 2010 karena tak ada peminat.

Harta karun tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp 720 miliar. Keberadaan harta karun itu awalnya terkuak oleh para nelayan yang menemukan bangkai sebuah kapal sejauh 187 kaki di bawah laut.

Menurut Luc Heymans, direktur Cosmix Underwater Research Ltd., perusahaan berbasis di Dubai yang mengangkat harta karun tersebut dari dasar laut, peninggalan tersebut merupakan harta karun terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara dalam hal kuantitas dan kualitasnya.

Harta karun senilai Rp 720 miliar tersebut diangkut dari bangkai kapal di perairan Laut Jawa, utara Cirebon, oleh PT Paradigma Putra Sejahtera (PPS) bekerjasama dengan Cosmix Underwater Research Ltd (Cosmix).

Pemburu harta karun dari Belgia, Luc Heymens, yang terlibat dalam proyek ini menyatakan, pihaknya perlu menyelam 22 ribu kali untuk mengangkut harta karun itu dari dasar laut dalam rentang waktu Februari 2004 hingga Oktober 2005.

Item yang dilego mencakup rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976 M.

Rincian harta karun yang dilelang antara lain vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), keramik Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar. Selain itu ada juga 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah dan lebih dari 2.200 batu akik.
read more

Diperiksa 8 Jam, Dhana Mengaku Tak Tahu Duit Rp 97 M

0 comments


Jakarta Tersangka kasus korupsi dan pencucian uang Dhana Widyatmika mengaku tidak mengetahui adanya aliran duit Rp 97 miliar yang masuk ke rekeningnya.

"Enggak tahu saya," jawab Dhana kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2012).

Dhana hari ini diperiksa penyidik pidana khusus selama 8 jam. Dhana menjelaskan penyidik mencecarnya seputar tugasnya selama menjadi pegawai pajak.

Sementara itu, Direktur Penyidikan Jampidsus, Arnold Angkouw mengatakan pemeriksaan hari ini khusus terkait aliran uang yang masuk ke rekening milik Dhana.

"DW tadi diperiksa, diklarifikasi aliran uang yang masuk ke rekening dia," terang Arnold terpisah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejagung menyatakan dalam rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan aliran uang masuk ke rekening Dhana dengan jumlah mencapai 97 miliar rupiah.

"Ditemukan aliran uang masuk total mencapai 97 miliar rupiah," terang Kapuspenkum Kejagung, Adi Toegarisman di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (27/3).

Adi menambahkan, jumlah uang yang masuk ke rekening Dhana tersebut berasal dari satu rekening dan dikirim beberapa kali. Namun, ia masih enggan untuk menyebutkan dari siapa aliran uang tersebut.
read more

Angkot Terguling di Jalan Layang Pasar Rebo, 2 Orang Luka

0 comments
Jakarta Sebuah angkot menabrak pembatas jalan layang Pasar Rebo hingga terguling di Jalan Supriyadi, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Akibat kejadian tersebut sopir angkot dan seorang penumpang mengalami luka-luka.

"Angkot B 2824 WV menabrak pagar pembatas di layang Pasar Rebo hingga terjatuh di Jl Arteri Kampung Rambutan, masih dalam penanganan petugas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro pada Senin (2/4/2012) pukul 19.10 WIB.

Informasi tersebut dibenarkan oleh petugas piket Polsek Ciracas, Aiptu Syaroni. Ia menjelaskan saat ini kecelakaan tersebut masih dalam penanganan petugas.

"Betul, saat ini masih dalam penanganan petugas, kami masih mengusahakan mobil derek untuk angkot tersebut," jelasnya.

Menurut Syaroni, angkot tersebut terguling di jalan arteri setelah menabrak pembatas jalan layang. Ia menerangkan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut karena memang jarak jatuh yang tidak terlalu tinggi.

Saat ini petugas kepolisian sedang melakukan pengecekan dan upaya evakuasi. Namun, upaya evakuasi agak terhambat karena belum adanya mobil derek untuk mengangkat angkot naas tersebut.
read more
0 comments

read more

Hotman Paris (Dok. Detikcom) Jakarta Ada pemandangan berbeda dalam sidang M Nazaruddin siang tadi. Hotman Paris, sang pengacara terdakwa kasus suap wisma atlet itu lebih banyak diam. Padahal biasanya selalu vokal. Ada apa bang Hotman? Dalam berbagai kesempatan sidang sebelumnya, Hotman adalah pengacara yang paling sering bersuara membela Nazar. Dia tak segan untuk protes bila ada tudingan jaksa penuntut umum atau saksi yang menyudutkan kliennya. Bahkan, hakim pun bisa 'dilawan' oleh pengacara nyentrik itu. Suaranya yang lantang sering membuat ketua majelis hakim Dharnawati Ningsih seperti kehilangan wibawa. Celetukan khasnya juga kadang membuat tawa. Namun yang terjadi siang tadi sungguh kontras. Pemilik mobil Ferrari itu tak sekali pun menginterupsi pembacaan tuntutan JPU. Dia hanya terlihat bisik-bisik dengan anggota pengacara lainnya saat tuntutan terhadap Nazar dibacakan. Hanya Rufinus Hutahuruk yang menginterupsi tuntutan jaksa dan meminta izin Nazar untuk berobat. Apakah diamnya Hotman berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh artis Meriam Bellina? Belum jelas. Dia juga hanya diam saat ditanya soal kasus tersebut. Rencananya sidang Nazar akan dilanjutkan pada Senin 9 April 2012 mendatang. Agenda sidang adalah pembacaan pembelaan atau pledoi. Apakah Hotman menyimpan suaranya untuk pekan depan? Kita nantikan saja.

0 comments


Hotman Paris (Dok. Detikcom)
Jakarta Ada pemandangan berbeda dalam sidang M Nazaruddin siang tadi. Hotman Paris, sang pengacara terdakwa kasus suap wisma atlet itu lebih banyak diam. Padahal biasanya selalu vokal. Ada apa bang Hotman?

Dalam berbagai kesempatan sidang sebelumnya, Hotman adalah pengacara yang paling sering bersuara membela Nazar. Dia tak segan untuk protes bila ada tudingan jaksa penuntut umum atau saksi yang menyudutkan kliennya.

Bahkan, hakim pun bisa 'dilawan' oleh pengacara nyentrik itu. Suaranya yang lantang sering membuat ketua majelis hakim Dharnawati Ningsih seperti kehilangan wibawa. Celetukan khasnya juga kadang membuat tawa.

Namun yang terjadi siang tadi sungguh kontras. Pemilik mobil Ferrari itu tak sekali pun menginterupsi pembacaan tuntutan JPU. Dia hanya terlihat bisik-bisik dengan anggota pengacara lainnya saat tuntutan terhadap Nazar dibacakan.

Hanya Rufinus Hutahuruk yang menginterupsi tuntutan jaksa dan meminta izin Nazar untuk berobat.
Apakah diamnya Hotman berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh artis Meriam Bellina? Belum jelas. Dia juga hanya diam saat ditanya soal kasus tersebut.

Rencananya sidang Nazar akan dilanjutkan pada Senin 9 April 2012 mendatang. Agenda sidang adalah pembacaan pembelaan atau pledoi.

Apakah Hotman menyimpan suaranya untuk pekan depan? Kita nantikan saja.
read more

Faisal Basri: Sebut Tommy Winata Kok Takut

0 comments

Faisal Basri: Sebut Tommy Winata Kok Takut
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cawagub DKI Jakarta, Faisal Basri, memaparkan program kerjanya dalam acara Silaturahmi Pers Bincang-bincang dengan Calon Gubernur DKI Jakarta, di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (2/4/2012). Acara diskusi pilkada tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 
BIODATA FAISAL BASRI
Tempat/tenggal lahir: Bandung 6 Nopember 1959
Istri: Syafitrie
Anak:     - Siti Nabila Azura Basri (14 tahun)
              - Anwar Ibrahim Basri (16 tahun)
              - Muhammad Attar Basri (10 tahun)


Pekerjaan dan Pendidikan

  Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1985        
- Master of Arts (MA) dari Vanderbit University, Amerika Serikat, 1988

  Kepala LPEM-FEUI pada 1993-1995  
- Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, FEUI pada 1995-1998
- Rektor STIE Perbanas
   Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI, tahun 2000    
- Ketua Tim Eksternal Monitoring Inpres No. 3 tahun 2006, oleh Menko Perekonomian
- Ketua LP3E, Kadin Indonesia, pada 2009
- Komisioner di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tahun 2000-2006
- Chief of Advisory Indonesia Research Strategic & Analysis (IRSA) sejak 2005

PENGABDIAN
  Pendiri dan Sekjen PAN Pertama 1999-2000
- Expert dan pendiri Institute for Development of Economic & Finance (INDEF)
  Pendiri Pergerakan Indonesia (PI)
- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I tahun 2004 sampai 2010. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional (DPN-PI).


Rekam Jejak
Sejak mahasiswa Faisal aktif di berbagai organisasi. Masuk FEUI tahun 1978 tatkala kampus sedang bergejolak melawan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK-BKK). Gejolak politik membawanya kian larut dalam berbagai gerakan. Ia tercatat sebagai pendiri Majelis Amanat Rakyat (Mara), dan Partai Amanat Nasional (PAN) di awal era reformasi. Di Partai ini ia menjadi Sekretaris Jenderal yang pertama dan pasca-Kongres I di Yogyakarta dipercayakan sebagai salah satu ketua. PAN saat itu dipimpin Amien Rais       

Setelah mundur dari PAN pada awal 2001, ia tetap aktif dalam kehidupan politik. Faisal mendirikan organisasi politik Pergerakan Indonesia (PI) dan menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I tahun 2004 sampai 2010. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional PI.       

Sebagai dosen pada FEUI, ia mengasuh matakuliah ekonomi Politik sejak matakuliah ini diperkenalkan di FEUI pada akhir 1980-an.

Ia juga mengajar matakuliah Perekonomian Indonesia, Analisis Lingkungan Bisnis, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi dan Kelembagaan.       

Tulisan-tulisannya di media massa dan karya tulis lainnya pada umumnya menggunakan teropong ekonomi-politik.       

Pada tahun 2000, Faisal menjadi anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI. Pada April 2006 ia diangkat sebagai Ketua Tim Eksternal Monitoring Inpres No.3 Tahun 2006 oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI.       

Sebelumnya, 2000-2006, ia berkiprah sebagai komisioner di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sempat juga bergabung dengan Kadin Indonesia dan dipercaya sebagai Ketua LP3E pada tahun 2009.       

Ia memulai karirnya sebagai peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI pada tahun 1981 dengan pangkat terendah hingga menjadi Kepala pada kurun waktu 1993-95. Selama bergelut sebagai peneliti inilah Faisal kerap terlibat dalam kajian daerah. Dalam urusan daerah ini pula, Faisal pernah menjadi salah seorang anggota dewan pakar APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).        

Setelah menamatkan program strata I dengan gelar Sarjana Ekonomi dari FEUI (1985), Faisal melanjutkan studi strata-2 dan memperoleh gelar MA (Master of Arts) dari Vanderbilt University, USA pada tahun 1988.
JAKARTA - Pembawaan Faisal Basri masih saja seperti saat awal reformasi tampil melempar amatan dan analisis. Ia memang terkenal ekonom pemberani, kritis dan vokal. Kebiasaan itu masih kental kendatipun dia maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
Misalnya, menjawab pertanyaan wartawan dalam acara dikusi Senin (2/4/2012). Ia tidak canggung menyebut seorang pengusaha nasional Tommy Winata.
"Mengapa takut, sebut saja. Proyek reklamasi itu proyek Tommy Winata kan. Saya heran, kok kita ini semua seakan takut kalau menyebut nama Tommy Winata. Bilang saja lah, Tommy Winata atau TW. Kalau kita takut, siapa yang urus birokrasi ini, mereka atau kita. Kalau kita takut, tidak ada gunanya semua apa yang kita bicarakan ini," ujarnya sembari menunjuk materi paparan Alex Noerdin yang ditayangkan proyektor di sisi kiri dan kanan tempat acara.
Faisal mengucapkan itu menanggapi pertanyaan seorang wartawan mengenai proyek reklamasi atau pengurugan di pantai utara Jakarta. Menurut sang penanya, proyek sangat besar dan diduga akan menimbulkan masalah baru terhadap ekosistem, serta akan berandil terhadap terulangnya banjir di Jakarta.
Faisal pun tidak cemas, menghadapi fenomena suap dan korupsi di kalangan birokrasi, termasuk saat penyelenggaraan pemilukada. Faisal mengakui adanya gejala pembusukan di kalangan birokrasi, namun ia tetap optimistis. Termasuk menyikapi pertanyaan seorang wartawan tentang kesiapan Faisal menghadapi fenomena jamak pada pemilukada, siapa yang menguasai birokrasi dan bisa membeli KPUD akan keluar sebagai pemenang.
"Jangan menyerah lah. Walau memang sudah terjadi kok. Saya contohnya menemui beberapa lurah, karena ketahuan bertemu dengan saya, empat lurah di wilayah Jakarta Pusat yang dipecat, diganti," kata Faisal.
Kemudian, ganjalan lainnya terkait persyaratan fakta dukungan dari warga kepada calon independen. Dua pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen, Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria telah menyerahkan dukungan beruta foto kopi KTP ke KPUD.
Namun KPUD DKI Jakarta menyatakan kedua pasangan independen yang maju dalam Pilkada DKI Jakarta dinyatakan belum memenuhi syarat dukungan suara. KPUD DKI Jakarta mensyaratkan pasangan yang ingin maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur melalui jalur independen harus memenuhi syarat 407.340 KTP.
Jumlah dukungan untuk pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin yang diserahkan sebanyak 422.938, lengkap dengan fotocopi KTP. Setelah diverifikasi faktual, KPUD memutuskan hanya ada 216.584 atau 51 persen dari data diserahkan yang memenuhi syarat. Sedangkan 206.354 atau 49 persen dukungan dinyatakan tak memenuhi syarat. Berdasarkan perhitungan KPU DKI, Faisal-Biem harus mengumpulkan lagi minimal sebanyak 190.756 dukungan.
Dukungan tambahan itu harus diserahkan ke KPU DKI dari tanggal 24 Maret hingga 9 April 2012. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi oleh KPU DKI pada 24-27 April.
Ada pun pasangan Hendardji-Ahmad Riza, sebanyak 392.501telah memenuhi Syarat, namun masih kurang 14.839 pendukung.
"Mereka maunya kita menyerah. Dukungan ke saya digergaji, sehingga harus mencari lagi dukungan KTP. Atau mereka maunya supaya maju ke MK, supaya batal calon independen, tapi kan tidak boleh menyerah," ujar Faisal sembari menyebut birokrasi di Jakarta banyak persoalan serius yang harus dibenahi
read more

ariyanto sinokaiuc

selamat berjelajah di blog kami..... trimakasih